5 Pertunjukan Teater Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah

5 Pertunjukan Teater Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah

5 Pertunjukan Teater Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah – Sebelum memasuki jaman modern saat ini , dulunya pertunjukan teater tradisional dijadikan sebagai salah satu hiburan untuk masyarakat Indonesia. Tepatnya sebelum memasuki abad ke 20 , ada banyak sekali pertunjukan teater tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia yang bisa dinikmati.

Namun seiring berkembangnya waktu pertunjukan teater tradisional ini mulai dilupakan atau bahkan benar benar hancur dan tak bisa diselamatkan lagi. Tidak hanya disebabkan oleh faktor modernisasi , namun ada juga faktor dari masyarakat kita sendiri terutama para generasi muda yang tidak melestarikan teater ini.

Padahal ini merupakan suatu aset berharga yang menjadi bukti kehebatan suatu kebudayaan yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Jika lambat laut pertunjukan yang masuk dalam ranah seni hilang, kebudayaan pun juga bisa dibilang sedang mengalami masa terburuknya.

Nah buat kalian yang penasaran teater tradisional apa saja yang hampir punah , yuk langsung saja kita simak informasi 5 pertunjukan teater tradisional Indonesia yang hampir punah berikut ini.

Lenong

5 Pertunjukan Teater Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah

Lenong adalah pertunjukan teater tradisional yang berasal dari Betawi. Dulunya lenong sering kali kita temui di acara TV ataupun hajatan. Namun untuk saat ini pertunjukan lenong sangat sulit ditemukan.

Lenong dibagi menjadi dua jenis. Pertama lenong dengan lakon raja-raja atau orang penting. Kedua adalah lenong dengan lakon rakyat jelata. Jika masyarakat dan pemerintah tidak bersungguh sungguh melestarikan judi slot pragmatic pertunjukan tradisional ini , bukan hal yang tak mungkin jika lenong akan musnah beberapa tahun ke depan.

Arja

File:Cultural of Bali.jpg - Wikipedia

Arja adalah pertunjukan teater asli Bali yang telah ada sejak tahun 1820-an di era pemerintahan Raja Klungkung. Salah satu ciri khas dari pertunjukan teater tradisional Indonesia ini adalah semua pemain akan diubah menjadi laki laki walaupun mereka memainkan karakter perempuan.

Kata “arja” sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta “reja” yang memiliki arti keindahan. Dan memang kalian akan menyaksikan keindahan di pertunjukan ini melalui seni lakon, tari, dan juga nyanyian. Namun sayangnya budaya barat sudah merasuki para masyarakat Bali sehingga pertunjukan Arja tidak sebanyak dulu lagi.

Ludruk

5 Pertunjukan Teater Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah

Ludruk merupakan sebuah pertunjukan tradisional yang biasanya mengangkat cerita yang bersifat kerakyatan seperti Situs Slot Terpercaya kehidupan sehari-hari, isu-isu lokal dan juga guyonan yang sudah sangat mengakar di suatu daerah.

Teater tradisional yang berasal dari Jawa Timur ini akan dibuka dengan Tari Remo dan akan diiringi oleh bunyi gamelan dan nyanyian. Ludruk biasanya dilakukan oleh banyak orang dengan melakukan dialog.

Ketoprak

Lintas Fraksi DPRD DIY maen ketoprak bersama Bupati Kulonprogo - e-Parlemen  DPRD DIY

Tidak jauh berbeda dengan Ludruk , selanjutnya adalah Ketoprak yang berasal dari Jawa Tengah. Pertunjukan yang sudah ada sejak tahun 1909 ini dulunya hanya dilakukan saat bulan purnama. Namun seiring berkembangnya waktu ini pertunjukan ini diangkat ke panggung lengkap dengan alat musik dan beragam jenis lakon.

Mamanda

5 Pertunjukan Teater Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah

Dan yang terakhir ada Mamanda yang menjadi pertunjukan kesukaan bangsawan di Banjarmasin. Seni teater ini sudah digelar sejak tahun 1897 dan selalu dikerumuni oleh masyarakat ketika akan digelar.

Kata mamanda sendiri merupakan gabungan kata “mama” yang berarti paman atau pak cik, dan “nda” yang memiliki arti terhormat. Orang yang berperan sebagai mamanda berasal dari golongan tinggi dan sangat dihormati oleh masyarakat.